Membuat Program Kerja Guru Wali

buat program kerja guru wali

Banyak yang menganggap Guru Wali = “wali kelas versi tambahan”. Ini keliru.

Temen - temen okeguru.
Guru Wali secara psikopedagogis adalah mentor perkembangan individual, bukan pengelola kelas.

Maka program kerja yang buat harus berbasis murid (individual-based), bukan berbasis kegiatan massal.

Jika temen-temen sudah pernah buat program kerja Guru Wali, tapi isinya tentang rapat, sosialisasi, dan dokumentasi umum. Kemudian minim bukti relasi personal dan dampak ke murid, maka secara substantif belum memenuhi tugas Guru Wali, meskipun administrasinya rapi.

Prinsip Penyusunan Program Kerja Guru Wali

Temen - temen. Diclaimer dulu yaa. Ini sih sudut pandang pemikiran saya pribadi. Berdasarkan rincian tugas Guru Wali yang pernah saya bahas sebelumnya.

Penyusunan program kerja Guru Wali perlu memperhatikan 4 domain perkembangan murid, yaitu :

  1. Akademik dan potensi
  2. Sosial emosional dan psikologis
  3. Karakter dan spiritualitas
  4. Relasi (murid–guru–orang tua–sekolah)

Setiap rincian program kegiatan setidaknya harus menjawab pertanyaan :

“Masalah perkembangan murid apa yang disentuh?”

Analisis dan Penyusunan Program

Lalu bagaimana program Guru Wali yang seharusnya?

Temen - temen okeguru. Saya akan bagikan hasil analisis tugas Guru Wali yang diturunkan jadi rangkaian aktivitas kinerja. Tidak hanya itu saja, saya akan bagikan juga contoh evidence yang akan jadi bukti pelaksanaan tugas kita sebagai Guru Wali.

Saya akan mulai dari tugas pertama.

1. Pendampingan Akademik, Bakat, Minat, dan Keterampilan

Contoh program kerjanya:

  1. Pemetaan awal potensi dan kebutuhan murid dampingan
  2. Konsultasi akademik individual (minimal 2 kali per semester)
  3. Rekomendasi pengembangan bakat minat

Evidence yang dapat buat:

  1. Instrumen pemetaan minat dan bakat murid (angket/observasi)
  2. Catatan hasil konsultasi akademik per murid
  3. Rekap rekomendasi tindak lanjut (remedial, pengayaan, ekstrakurikuler)
  4. Portofolio perkembangan murid

Hindari memunculkan evidence berupa daftar hadir, karena tidak menunjukkan pendampingan. Daftar hadir hanya menunjukkan keberadaan.

2. Pendampingan Kematangan Sosial, Psikologis, Spiritual dan Karakter

Untuk tugas ini, temen - temen bisa membuat program :

  1. Sesi refleksi perkembangan diri murid
  2. Observasi perilaku dan relasi sosial murid
  3. Pendampingan kasus ringan (motivasi belajar, adaptasi sosial)

Evidence yang bisa dibuat dalam bentuk :

  1. Jurnal refleksi murid (tertulis atau lisan terdokumentasi)
  2. Catatan anekdot perkembangan sikap/perilaku
  3. Laporan pendampingan non-akademik
  4. Dokumentasi kegiatan penguatan karakter

3. Implementasi Program Prioritas Nasional

Contoh program Implementasi Program Prioritas Nasional yang terkait dengan pengembangan pembelajaran dan karakter, misal :

  1. Pendampingan murid dalam implementasi Gerakan 7 Kebiasaann Anak Indonesia Hebat (G7KA)
  2. Monitoring keterlibatan murid dalam program nasional sekolah

Evidence-nya membuat :

  1. Daftar murid dampingan dan peran mereka dalam P5
  2. Refleksi murid terhadap kegiatan P5
  3. Dokumentasi produk/proses kegiatan
  4. Laporan monitoring dan evaluasi keterlibatan murid

Sebagai Guru Wali, temen-temen tidak harus menjadi pelaksana utama langsung, tetapi harus bisa menunjukkan peran pendampingan individual.

4. Membangun Kedekatan dengan Murid / Relasi Pembimbingan

Contoh program tugas Guru Wali yang ke-4, misal:

  1. Sesi mentoring individual terjadwal
  2. Komunikasi informal terarah (check-in emosional)

Evidence-nya bisa berupa:

  1. Log mentoring per murid
  2. Catatan komunikasi dan topik pendampingan
  3. Refleksi guru wali tentang dinamika hubungan
  4. Hati - hati temen-temen.
    Hasil pelaksanaan program kerja ini bukan membuat “murid akrab” sebagai buktinya. Tapi membangun kedekatan yang terstruktur dan reflektif, bukan asumsi subjektif.

    5. Kolaborasi dengan Guru BK (Bimbingan Individual)

    Ke-5 membangun Kolaborasi dengan Guru BK. Temen - temen bisa buat program bersama guru BK, misal:

    1. Mengidentifikasi murid yang memerlukan layanan BK
    2. Koordinasi penanganan kasus murid

    Contoh Evidence yang bisa dibuat, misal:

    1. Notula koordinasi Guru Wali–BK
    2. Form rujukan murid ke BK
    3. Laporan tindak lanjut bersama BK (tanpa melanggar kerahasiaan)

    Oyaa, temen-temen, utk isi evidence tidak boleh memuat detail sensitif murid yaa, cukup proses dan hasil umum.

    6. Kolaborasi dengan Wali Kelas

    Selanjutnya yang ke-6. Kolaborasi dengan Wali Kelas. Program apa yang bisa temen-temen buat ?

    Kalau saya sih akan melaksanakan :

    1. Sinkronisasi informasi akademik dan perilaku murid
    2. Diskusi strategi pembelajaran individual

    Evidence-nya akan membuat:

    1. Catatan hasil koordinasi dengan wali kelas
    2. Rekomendasi layanan pembelajaran untuk murid dampingan
    3. Tindak lanjut hasil diskusi

    7. Kolaborasi dengan Guru Lain dan Kepala Sekolah

    Tugas ke-7 seorang Guru Wali adalah Kolaborasi dengan Guru Lain dan Kepala Sekolah. Bentuk program kerjanya, bisa dnegan :

    1. Rapat koordinasi tugas Guru Wali
    2. Pelaporan berkala perkembangan murid dampingan

    Contoh evidence-nya, bisa berupa:

    1. Notula rapat Guru Wali
    2. Laporan semesteran Guru Wali kepada kepala sekolah
    3. SK/Surat tugas Guru Wali

    8. Komunikasi dengan Orang Tua/Wali Murid

    Tugas terakhir adalah komunikasi dengan Orang Tua/Wali Murid. Temen-temen bisa menagendakan :

    1. Konsultasi perkembangan murid dengan orang tua
    2. Komunikasi kasus khusus (akademik/non-akademik)

    Evidence hasil kegitaanya bisa dalam bentuk:

    1. Rekap komunikasi dengan orang tua
    2. Notula pertemuan orang tua
    3. Dokumentasi komunikasi (tanpa isi sensitif)
    4. Tindak lanjut kesepakatan dengan orang tua

    Biasanya yang sering terjadi adalah komunikasi hanya saat ada masalah. Pastikan ini jangan dilakukan temen-temen yaa.

    Baiknya komunikasi ditujukan untuk upaya preventif dan kolaboratif.

    Kesimpulan

    Dalam hati temen-temen pastinya bergumam : "Waduh ribet dan buanyak banget... ". (he.. he..).
    Tenang, jangan panik dulu. Saya akan buatkan penjelasan program kerja dalam bentuk tabel. Jadi, akan lebih sederhana.

    Saya simpulkan dulu yaa...

    Jadi...

    ✔ Guru Wali bukan perpanjangan tangan administrasi sekolah
    ✔ Program kerja harus berbasis perkembangan individual murid
    ✔ Evidence harus menunjukkan proses, relasi, dan dampak, bukan hanya kehadiran
    ✔ Jika salah satu unsur ini hilang, laporan bisa lolos administratif tapi lemah secara pedagogis

    Tabel Program Kerja

    Untuk tabel program kerja, saya tulis di posting terpisah yaa

    Semoga bermanfaat.
    Salam Inovasi Salam Implementasi

    SCH OKEGURU

Posting Komentar untuk "Membuat Program Kerja Guru Wali"